Sistem Pemandu Pengemudi Karya Dosen Teknik Elektro

Pemandu Sopir

Sistem Transportasi Cerdas atau Intelligence Transportation System (ITS) semakin diminati oleh para produsen mobil saat ini. ITS mencakup kendaraan otomatis (autonomous vehicle) yaitu mobil berjalan secara otomatis tanpa sopir dan sistem pembantu pengemudi atau Driver Assistance System (DAS), yang kerjanya memandu sopir pada tanda-tanda tertentu, misalnya bila kelelahan, atau membantu mengingatkan rambu-rambu lalu lintas. Ke depan, DAS ini akan sangat dibutuhkan para pengemudi.

Adalah Dr. Eng. Aryuanto Soetedjo, ST, MT, dosen Teknik Elektro Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, yang mengembangkan Driver Assistance System. Model pengembangan yang dilakukan adalah jika sebelumnya alat yang digunakan untuk DAS ini kompleks dan biayanya  mahal maka kini sudah dapat menggunakan sistem komputer mini yang harganya murah. “DAS itu sudah banyak yang meneliti. Cuma rata-rata menggunakan alat canggih, sehingga hanya vendor-vendor besar yang bisa melakukannya,” terangnya saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (26/5).

Nah, saat ini Aryuanto berhasil menggunakan komputer mini, Raspberry Pi, yang harganya relatif murah untuk mengimplementasikan sistem pemandu pengemudi tersebut. Dengan demikian, akan ada lebih banyak pengendara mobil nantinya yang dapat menikmati DAS dengan harga murah.

Sistem yang dikembangkan alumni Nagaoka University of Technology (NUT) Jepang itu, dirancang dengan cara menyederhanakan algoritma pendeteksian dan kemudian mengimplementasikannya  pada Raspberry Pi. Sejauh ini ada tiga tahap penelitian yang dilakukan oleh dosen teknik elektro tersebut. Di antaranya: mendeteksi kelelahan pengemudi, mendeteksi rambu-rambu lalu lintas, dan marka jalan serta objek di depannya. “Penelitian ini adalah multi years, penelitian tahap pertama telah kami lakukan tahun 2016, tahun ini sedang melakukan penelitian tahap yang kedua. Memang tidak mudah, karena ini butuh waktu,” terang Aryuanto.

Dalam kesempatan itu, Aryuanto juga menyatakan rasa optimisnya dengan penelitian yang dilakukan. Pasalnya, model pengolahan citra digital, saat ini sedang marak dikembangkan karena keuntungannya tidak mengganggu pengguna, apalagi nantinya bisa didapat dengan harga murah. “Pengembangan sistem berbasis kamera ini sangat prospek kedepannya. Untuk itu, kami juga sedang menyiapkan paten untuk karya ini,” kata pria yang juga alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) itu. Dalam melakukan penelitian ini Aryuanto berkolaborasi dengan Dr. Eng. Komang Somawirata, ST. MT. (her)